Bagaimana Cara Milenial Mengubah Industri Kerja?

Cara perusahaan berhubungan dengan karyawan milenial akan menjadi suatu tantangan besar dalam industri bisnis selama beberapa tahun mendetang. Menurut sebuah laporan yang dirilis oleh AGCS Trend Compass 2019, karyawan milenial akan berperan besar dalam mempengaruhi teknologi, bisnis dan sosial-ekonomi.

Generasi yang tumbuh di era digital ini sangat terampil menggunakan teknologi digital, kecerdasan buatan, berorientasi solusi dan aktivis sosial. Semuanya adalah elemen penting yang mendukung kesuksesan bisnis di masa depan. Bagi perusahaan tidak ada cara terbaik untuk meretensi karyawan milenial atau mempertahankan karyawan internal yang saat ini sudah dimiliki, ketimbang harus merekrut karyawan baru.

Tenaga Kerja Berkurang

Industri Eropa saat ini mencapai titik kritis di mana lebih banyak karyawan yang pensiun. Hal ini menyebabkan kekurangan tenaga kerja dan persaingan ketat dalam menarik karyawan baru. Terutama di industri atau perusahaan teknologi.

Bukan hanya kelangkaan karyawan milenial yang menyebabkan persaingan; keterampilan digital yang mereka bawa juga dianggap sangat berharga oleh perusahaan.

Pekerjaan, kehidupan, dan kepuasan

Jadi, apa yang diinginkan oleh kaum milenial? Sebuah studi di 2017 oleh Allianz melibatkan lebih dari 5.000 milenial di lima negara. Laporan yang bertajuk “Millenial: Kerja, Kehidupan, dan Kepuasan,” mengungkapkan bahwa, ketika ditanya, mayoritas milenial merindukan jalur karier yang lebih cepat.

Mereka ingin fleksibilitas dalam jam kerja. Karyawan milenial menginginkan pekerjaan yang memberi mereka kompensasi yang sehat dan memungkinkan mereka untuk bepergian dan menikmati pengalaman yang berbeda.

Mereka juga ingin merasa seperti berkontribusi pada masyarakat dan dapat tumbuh dalam karier.

Menarik bakat dengan Aplikasi

Allianz sangat menyadari bahwa masa depan asuransi juga tergantung pada karyawan milenial. Menurut studi yang dilakukan pihak Allianz, proses rekrutmen tenaga kerja saat ini perlu dilakukan perombakan.

Perusahaan perlu memakai saluran berbeda yang menarik karyawan milenial. Pola pikir manajer atau HRD juga harus diubah sehingga tidak hanya merekrut peran sejenis. Melainkan, membangun tenaga kerja yang bisa menyesuaikan diri dalam industri.

Sebagai contoh, perusahaan bisa menempatkan iklan lowongan kerja di situs resmi yang bisa dipilih berdasarkan pekerjaan atau lokasi negara.

Kemudian, bisa melakukan sesi wawancara secara remote dengan Google Assistant maupun Whatsapp dan Chatbot.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.