Tak Butuh Gaji Besar, Begini Cara Meretensi Karyawan Milenial

Pertanyaan tentang bagaimana memikat dan mempertahankan tenaga kerja milenial masih membingungkan para pengusaha. Banyak perusahaan yang menawarkan gaji besar, namun sayang tetap tidak bisa menghentikan niat talenta terbaik mereka yang pindah ke lain perusahaan.

Lalu, apa yang sebenarnya karyawan milenial inginkan? Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan perusahaan untuk meretensi karyawan.

1. Mencapai keseimbangan kehidupan kerja yang baru

Generasi muda memiliki harapan yang jauh lebih tinggi dari keseimbangan antara kerja dan kehidupan. Banyak hal yang diungkapkan oleh kaum milenial sebenarnya juga didambakan oleh generasi sebelumnya selama bertahun – tahun.

Keseimbangan antara kerja dan karir akan menciptakan kebebasan untuk menjalani hidup dengan lebih baik, atau menyelesaikan pekerjaan dari rumah. Ketika karyawan diizinkan untuk bekerja dari rumah, mereka merasa lebih produktif dan tidak terikat. Ini meningkatkan moral karyawan dan menambah produktivitas.

2. Ciptakan budaya kreavitivas

Generasi Millenial seringkali erlalu mudah teralihkan oleh makanan gratis dan manfaat materi lainnya dalam bekerja. Tetapi meskipun iming-iming makan siang gratis atau sesi yoga gratis di jam istirahat sangat bagus, ini adalah fasilitas yang kurang menarik bagi karyawan secara serius.

Meski tampaknya menarik, tetapi sama sekali tidak dapat meretensi karyawan. Cara terbaik adalah melibatkan karyawan dengan budaya kerja yang biasa dilakukan sehari – hari.

Sebagai contoh, perusahaan sepatu mewah, Grenson, menyebutkan bahwa perusahaannya sukses selama 153 tahun hingga kini disebabkan karena milenial mampu menghembus kehidupan baru ke dalam bisnisnya.

Jika di masa lalu, karyawan akan mengabdi selama 50 tahun dan mendapatkan jam emas atas loyalitasnya. Kini, karyawan milenial bahkan hanya setia selama 2 tahun. Ini menunjukkan bahwa milenial sangat haus akan mobilitas.

Jadi, perusahaan hanya perlu menciptakan kondisi lingkungan kerja yang baik dan tim kerja yang baik. Jika karyawan bekerja keras, maka akan dipromosikan.

3. Ciptakan peluang belajar

Salah satu kunci mempertahankan milenial, kata para ahli, adalah memberi mereka akses ke pelatihan. Bila dulu ada pernyataan “ saya ingin belajar hal baru di tempat kerja” sering diremehkan, hal ini sekarang sangat serius.

Milenial kini lebih life-sentris ketimbang work-sentris. Mereka harus terus belajar di tempat kerja karena mereka ingin terus maju dan berkembang.

Uang bukan lagi menjadi motivasi utama, tetapi, mereka menginginkan pengalaman dan peningkatan kualitas diri.

4. Berikan umpan balik

Generasi milenial dan generasi Y membutuhkan umpan balik yang cepat. Umpan balik ini bisa kritikan positif dan negatif.

Mereka tidak ingin hanya bekerja tanpa ada masukan atau evaluasi. Mereka ingin tahu bagaimana cara bekerja dengan benar dan berkontribusi untuk masyarakat luas.

Dari sekolah ke media sosial, mereka terbiasa mengukur keberhasilan dan kegagalan mereka secara langsung. Meniru perilaku ini di tempat kerja dengan memiliki tempat untuk secara terbuka menampilkan prestasi karyawan dan merayakan pencapaian. Ganti ulasan kinerja dua tahunan yang sudah ketinggalan zaman dengan pelatihan langsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.