Studi Terbaru Melibatkan 150.000 Milenial, Mengungkap Ada 5 Kesamaan Sifat yang Mengejutkan

Dalam laporan yang dirilis oleh badan riset Case Foundation, selama 10 tahun mereka meneliti pekerja Milenial di Amerika Serikat berinteraksi dengan masalah sosial. Lebih dari 150 ribu karyawan Milenial diteliti selama satu dekade yang mengungkap kesamaan sifat yang dimiliki para pekerja muda.

Tanpa diragukan lagi, Milenial merupakan kekuatan sosial yang ada saat ini dan segmen tenaga kerja terbesar di dunia. Laporan Case Foundation mengeksplorasi bagaimana generasi ini telah mempengaruhi industri kerja dan profesi karir. Berikut adalah beberapa kesamaan sifat tentang Case Foundation dari laporan akhir Case Foundation:

1. Revolusioner

Milenial tidak segan mengubah sesuatu yang mereka anggap tidak benar atau “ngawur”. Mereka akan melakukan lelang amal secara online, mengajak teman berlari marathon untuk amal, mendukung produk dalam negeri serta mendorong perusahaan agar memberikan profit kepada masyarakat.

2. Aktivis sosial

Pada September 2019, terjadi aksi demo besar – besaran di seluruh wilayah Indonesia yang dipelopori oleh generasi Milenial. Mereka menuntut perubahan atau revisi undang  – undang yang dinilai tidak sejalan dengan pemikiran bangsa. Milenial menganggap bahwa kehadiran mereka sangat penting untuk menentukan perubahan. Mereka akan lebih memilih turun ke jalan untuk demo atau pawai, ketimbang hanya memakai media sosial untuk melakukan demo.

3. Peduli tentang masalah sosial

Hak-hak sipil / diskriminasi rasial, perawatan kesehatan (untuk diri mereka sendiri dan orang tua serta kakek-nenek mereka yang sudah lanjut usia), pendidikan dan pekerjaan adalah penyebab kaum milenial secara konsisten paling peduli.

Kaum milenial berkeinginan untuk aktif dalam masalah-masalah yang memengaruhi kehidupan mereka secara langsung.

4. Tertarik pada perusahaan yang peduli dampak sosial

Lebih dari 90 persen Milenial mengatakan mereka akan berhenti bekerja kepada sebuah perusahaan jika mereka mulai tidak mempercayainya. Dalam cerminan kepercayaan itu, lebih dari 75 persen akan berhenti bekerja jika mereka tidak diberi tahu bagaimana caranya agar mereka bisa terus berkontribusi kepada masyarakat sebagai seorang karyawan..

5. Menghargai tindakan dan jaringan kolektif

Pendidikan menjadi prioritas tetap milenial selama dekade ini. Tidak hanya perguruan tinggi, tetapi juga kualitas pendidikan dasar. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, Milenial telah menemukan suara kolektif mereka dan menggunakannya untuk mengatasi penyakit sosial lainnya.

Pada 2019, pendidikan diikuti oleh isu-isu utama tentang hak-hak sipil / diskriminasi rasial, penciptaan lapangan kerja / pekerjaan, reformasi layanan kesehatan dan perubahan iklim (dengan imigrasi dekat di belakang), ditempatkan sebagai prioritas kaum Milenial.

6. Mendukung kebaikan yang lebih besar, bukan partisan politik.

Millennial sama sekali tidak percaya pada kemampuan pemerintah untuk mengatasi masalah sosial utama seperti kemiskinan (33 persen), ras dan budaya (32 persen), dan pinjaman pelajar (30 persen).

Generasi Millenial juga tidak sabar dengan bipartisanship dan politisasi – alasan utama mereka mengembangkan cara dan gaya mereka sendiri untuk menginspirasi dan mempengaruhi perubahan kebijakan publik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.